<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KakaIwan</title>
	<atom:link href="http://kakaiwan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kakaiwan.wordpress.com</link>
	<description>Sepenggal kisah dari hidup yang singkat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Oct 2011 03:19:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kakaiwan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4ea4798cacaffb4f71a0c2372d6af185?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>KakaIwan</title>
		<link>http://kakaiwan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kakaiwan.wordpress.com/osd.xml" title="KakaIwan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kakaiwan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Papua Barat</title>
		<link>http://kakaiwan.wordpress.com/2011/10/08/papua-barat/</link>
		<comments>http://kakaiwan.wordpress.com/2011/10/08/papua-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 04:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[MakanMakan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaiwan.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lama tidak menulis, aku coba luangkan waktu menceritakan sepenggal kisah dalam hidup #cieee. Selama 2011 ini, sudah banyak perjalanan aku lakukan di Papua Barat, mulai dari Manokwari, Sorong, Fakfak dan Teluk Bintuni. Jangan lupa, ada Raja Ampat yang penuh pesona, yang nanti akan aku ceritakan secara brutal, hahaha. Maksudnya, secara total dan apa adanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=220&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.twitter.com/kakakIWAN"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow kakakIWAN on Twitter" /></a></p>
<p><strong><br />
<blockquote>Setelah lama tidak menulis, aku coba luangkan waktu menceritakan sepenggal kisah dalam hidup #cieee. Selama 2011 ini, sudah banyak perjalanan aku lakukan di Papua Barat, mulai dari Manokwari, Sorong, Fakfak dan Teluk Bintuni. Jangan lupa, ada Raja Ampat yang penuh pesona, yang nanti akan aku ceritakan secara brutal, hahaha. Maksudnya, secara total dan apa adanya.</p></blockquote>
<p></strong></p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/10/lambang_provinsi_papua_barat.gif"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/10/lambang_provinsi_papua_barat.gif?w=500" alt="" title="Lambang_Provinsi_Papua_Barat"   class="alignleft size-full wp-image-230" /></a>Pertama, aku akan bercerita tentang Papua Barat dulu. Papua Barat adalah propinsi pemekaran dari Papua (dulu Irian Jaya), dan kadang disebut Irian Jaya Barat (bukan Irian Barat ya, apalagi Irba yang di Surabaya&#8230; beda!). </p>
<p>Dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat">Wikipedia</a>, ditulis : <em>Papua Barat (sebelumnya Irian Jaya Barat disingkat Irjabar) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Papua. Ibukotanya adalah Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat. Papua Barat dan Papua merupakan provinsi yang memperoleh status otonomi khusus.</p>
<p>Wilayah provinsi ini mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah utara, provinsi ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, bagian barat berbatasan dengan provinsi Maluku Utara dan provinsi Maluku, bagian timur dibatasi oleh Teluk Cenderawasih, selatan dengan Laut Seram dan tenggara berbatasan dengan provinsi Papua.</p>
<p>Provinsi Papua Barat ini meski telah dijadikan provinsi tersendiri, namun tetap mendapat perlakuan khusus sebagaimana provinsi induknya. Provinsi ini juga telah mempunyai KPUD sendiri dan menyelenggarakan pemilu untuk pertama kalinya pada tanggal 5 April 2004.</p>
<p>Provinsi ini mempunyai potensi yang luar biasa, baik itu pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisata. Mutiara dan rumput laut dihasilkan di kabupaten Raja Ampat sedangkan satu-satunya industri tradisional tenun ikat yang disebut kain Timor dihasilkan di kabupaten Sorong Selatan. Sirup pala harum dapat diperoleh di kabupaten Fak-Fak serta beragam potensi lainnya. Selain itu wisata alam juga menjadi salah satu andalan Irian Jaya Barat, seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang berlokasi di kabupaten Teluk Wondama. Taman Nasional ini membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.</em></p>
<p>Sementara yang aku tahu tentang Papua Barat, Propinsi ini memiliki standard hidup lebih tinggi daripada Propinsi Papua, dimana aku pernah juga berkelana, di Merauke, Boven Digul dan Mappi, meski secara umum, keadaan mereka juga tidak jauh berbeda, dari sisi kehidupan sosial, pendidikan dan kesehatan. Tapi, dari berbagai kota yang ada di Papua Barat, relatif lebih maju daripada Papua. Itu pengamatanku.</p>
<p>Papua Barat dengan Manokwari sebagai ibukotanya, juga punya tim Sepakbola tangguh di masa jayanya, yaitu Perseman Manokwari. Mereka mempunyai lapangan bola yang cukup megah sebagai home base di tengah kota Manokwari, yang bernama Stadion Essau Sessa, yang berkapasitas 15.000 penonton. Lumayan besar untuk kota Manokwari, meskipun jangan meremehkan antusiasme para pendukung yang selalu memenuhi tempat duduk di stadion ini.</p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/10/rendani.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/10/rendani.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" title="rendani" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-236" /></a>Perjalanan menuju ibukota Propinsi Papua Barat ini, bisa memakan waktu sekitar 7 jam dari Jakarta sudah termasuk transit di Makassar dan Sorong. Maskapai penerbangan yang melayani jalur ini pun sudah cukup banyak antara lain, Batavia Air, Lion Air, Express Air dan Merpati, serta paling bontot Sriwijaya Air. Harga tiket bervariasi, paling murah sekitar 2 Juta rupiah dan bisa mencapai 4 juta saat peak season, misalnya Lebaran atau Natal. Untuk moda transportasi lain, bisa menggunakan angkutan laut, menggunakan kapal Pelni, misalnya KM. Dobonsolo, KM. Labobar dan KM Sinabung, dengan harga tiket untuk ekonomi sekitar Rp.800.000-an dan lebih dari 3juta Rupiah untuk kelas Satu (eksekutif). Perjalanan dengan kapal laut dapat ditempuh sekitar 5 hari &#8211; 1 minggu dari Jakarta ke Manokwari. Tidak ada perbedaan waktu sampai, antara kelas ekonomi dan eksekutif.. ahay!</p>
<p>Sedangkan untuk penginapan, tidak susahlah mencari hotel dan penginapan di Manokwari. Penginapan, losmen dan guest house, banyak tersebar di Kota Manokwari. Sedangkan untuk pilihan hotel yang bagus, ada 2 hotel internasional, yaitu Swissbell Hotel yang terletak di jantung kota dan Aston Internasional Hotel yang terletak di pinggiran, tetapi sangat dekat dengan Bandar Udara Rendani, Manokwari. Aku memilih menginap di Swisbell hotel, karena kemudahan akses dan berdempetan dengan Hadi Supermarket serta KFC, yang sangat membantu apabila kelaparan butuh logistik. Saking seringnya menginap di Swissbell ini, jadi akrab dengan para karyawannya. Jadi temen pulak.</p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/10/mansinam-beach.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/10/mansinam-beach.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="mansinam beach" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-235" /></a>Ada lagi satu hotel bagus, sederhana tapi mempunyai view yang bagus, karena berada tepat di bibir pantai. Namanya, Mansinam Beach Resort Hotel. Hotel ini bertarif cukup murah, sekitar 300ribu rupiah untuk kamar standar. Yang membuat istimewa hotel ini adalah menu fresh seafoodnya, yang sangat menggoda untuk para penikmat makanan laut. Ada udang, kerang, ikan berbagai jenis dan kepiting&#8230; Hmmm, yummy!!</p>
<p>Kalo mau bawa oleh oleh dari Manokwari, ada kue khas kota ini, yaitu Bolu Gulung isi Abon yang diproduksi oleh toko kue Hawaii. Bolu gulung ini hanya ada di Manokwari (tapi sekarang sepertinya sudah ada kue sejenis di Sorong). Harganya murah, 10.000 rupiah satu potong, sedangkan 1 box isi 20 kue dihargai 180.000 rupiah. Cocok buat oleh oleh dan tahan hingga 3 hari dalam suhu ruangan.</p>
<p>Satu lagi buah khas di Manokwari adalah durian (duren). Dengan rasa khas manis sedikit pahit, sayang rasanya melewatkan buah yang satu ini. Harga di pasar Wosi, bisa mencapai 50.000 rupiah per buah besar, tapi kalau mau yang lebih murah dan segar, datang langsung ke kebun masyarakat di dekat Pantai Pasir Putih.  Disini bisa beli langsung ke masyarakat dengan harga 10.000 rupiah untuk buah kecil dan 25-30 ribu untuk buah besar.</p>
<p>Hm, apalagi ya yang musti aku ceritakan?<br />
Makanan, Adatnya, gadisnya (auowwww&#8230;) atau Urban Legend-nya?</p>
<br />Filed under: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/jalanjalan/'>JalanJalan</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/kerja/'>Kerja</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/makanmakan/'>MakanMakan</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/jalanjalan/'>JalanJalan</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/papua/'>Papua</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kakaiwan.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kakaiwan.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kakaiwan.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kakaiwan.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kakaiwan.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kakaiwan.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kakaiwan.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kakaiwan.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kakaiwan.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kakaiwan.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kakaiwan.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kakaiwan.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kakaiwan.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kakaiwan.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=220&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaiwan.wordpress.com/2011/10/08/papua-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/817323d522117569ea32730373a3652f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" medium="image">
			<media:title type="html">Follow kakakIWAN on Twitter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/10/lambang_provinsi_papua_barat.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Lambang_Provinsi_Papua_Barat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/10/rendani.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rendani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/10/mansinam-beach.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mansinam beach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku kembali ke Papua</title>
		<link>http://kakaiwan.wordpress.com/2011/01/12/aku-kembali-ke-papua/</link>
		<comments>http://kakaiwan.wordpress.com/2011/01/12/aku-kembali-ke-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 06:28:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Adventuring]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaiwan.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Aku kembali ke Papua&#8230; Akhir 2010 dan awal tahun 2011 aku telah kembali menapakkan kaki di tanah ini. Tanah yang pernah memberi kedewasaan dalam berpikir, kematangan dalam bertindak, kegetiran dalam kesepian, kesakitan dalam peperangan dan senyum di akhir kemenangan. Melanjutkan tulisan yang terbengkalai lama, hari ini aku akan lanjutkan sedikit cerita ini. November 2010, sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=211&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.twitter.com/kakakIWAN"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow kakakIWAN on Twitter" /></a></p>
<p><strong>Aku kembali ke Papua&#8230;</strong></p>
<blockquote><p><strong>Akhir 2010 dan awal tahun 2011 aku telah kembali menapakkan kaki di tanah ini. Tanah yang pernah memberi kedewasaan dalam berpikir, kematangan dalam bertindak, kegetiran dalam kesepian, kesakitan dalam peperangan dan senyum di akhir kemenangan.</strong></p></blockquote>
<p>Melanjutkan tulisan yang terbengkalai lama, hari ini aku akan lanjutkan sedikit cerita ini.</p>
<p>November 2010, sebuah kabar terkirim dari pesan BBM (Blackberry Messenger) dari kawan lawa, kakak seperjuangan di tanah Papua. Boss di company dulu waktu di Papua, sedang membutuhkan tenaga dan pikiranku untuk membantu proyek yang &#8216;seret&#8217; di Papua, tepatnya di Papua Barat, untuk urusan migas. Hm, satu tantangan yang tidak akan aku lewatkan, karena Papua adalah taman bermainku, my other playground.</p>
<p>Singkat kata, setelah bertemu dengan boss dan manajemen, aku sepakat untuk pindah kantor di bulan Desember 2010, meninggalkan mainan online (digital) dan kembali ke pepohonan nan hijau nun jauh di timur sana. Setelah urusan resignation beres, maka awal Desember 2010 aku segera saja mulai melakukan persiapan untuk menjejakkan kaki di papua Barat, tepatnya di Manokwari kemudian Fakfak dan Teluk Bintuni. Hm, belum pernah ke sana sebelumnya. Namun yang terbayang hanya kesenangan akan hijaunya hutan, keritingnya rambut dan hitamnya kulit, serta mengkilapnya dollar. Ahay, ini sudah pasti lah. Tapi, uang bukanlah tujuan utamaku. Tujuanku ke Papua, adalah untuk memuaskan dahagaku akan petualangan, meski motif ekonomi tetap menyertai, karena aku punya tangggungan keluarga yang musti dihidupi.</p>
<p>Ternyata persiapan dan urusan kantor di Jakarta agak lumayan panjang, sehingga aku baru bisa berangkat ke Papua Barat tepat Natal 2010, di tanggal 25 Desember 2010 jam 03.00 dinihari. Menumpang pesawat Singa Udara, transit di Ambon pukul 08.00 WIT dan langsung pindah pesawat ATR-Wings Air menuju Fakfak terlebih dahulu. Hm, Fakfak, nama kota yang berasal dari bahasa daerah yang berarti lapisan atau berlapis lapis, yang memang cocok dengan kontur tanah dan batuan yang berlapis lapis. Lapisan batuan ini cukup mencolok dan mencuat di permukaan, di kota kabupaten Fakfak dekat Pelabuhan.</p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/01/toreafakfak.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-217" title="ToreaFakfak" src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/01/toreafakfak.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Penerbangan dari Ambon menuju Fakfak, ditempuh sekitar 45 menit. Dengan pesawat ATR-72 yang berkapasitas hingga 78 penumpang, yang sepertinya selalu penuh. Mendarat di lapangan terbang, yang bernama Bandara Torea Fakfak, terasa menegangkan. Dengan jarak runway yang cukup terbatas, sekitar 800 meter, kanan laut depan dan belakang jurang.. woww, cukup membuat aku banyak berdoa! Syukur Alhamdulillah, pesawat mendarat dengan baik dan tidak nyelonong. Ada satu joke yang cukup familiar di Fakfak, dimana kalau pesawat mendarat, semua penumpang akan ikut membantu mengerem. Kok bisa, iya&#8230; Karena begitu pesawat landing, kaki kita akan ikut menjejak lantai kabin, saking berdebar melihat runway yang terbatas. Hehehe, ada ada saja, meski ini ternyata benar.</p>
<p>Kota Fakfak adalah kota lama, sejak jaman Belanda. Ada pelabuhan tua yang cukup rapi dan besar, yang disandari banyak kapal perusahaan dan kapal PELNI (Kapal Penumpang), serta kapal rakyat di sebelah pelabuhan utama. Kotga yang cukup indah, yang terkenal dengan hasil rempah rempah berupa cengkeh dan pala. Disini ada satu hotel besar, bernama hotel Grand Papua. Satu satunya bangunan dengan lift di dalamnya, di kota ini. Cukup megah, terdiri dari 4 (empat) lantai dan sekitar 80 kamar. Lumayan enak untuk beristirahat, dengan harga yang standard, mulai dari Rp.450.000 sampai Rp. 1.000.000,-, tergantung kamar yang kita pilih. </p>
<p>Karena tidak ada satupun yang aku kenal di kota ini, langkah pertama yang aku lakukan adalah observasi keliling kota dengan jalan kaki. Akupun melangkah menuju pusat keramaian, Pasar Tumburuni. Pasar Utama di kota Fakfak. Dengan langkah gontai seperti langkah sarjana muda dalam lagunya Iwan Fals, aku datangi segerombolan tukang ojek. Lumayan, cari ojek, cari kenalan dan gali informasi. Gotcha, berkenalan dengan satu tukang Ojek yang cukup muda, dari Jawa bernama Mas Mul, hehehe. Sebungkus rokok, sepiring nasi, segelas kopi dan selembar uang merah bergambar proklamator, sangat membantu dan mempercepat proses orientasi dan penggalian data.</p>
<p>Mas Mul ini masih berusia 24 tahun, berasal dari Sragen Jawa Tengah. Pernah bekerja sebagai penjual kerupuk di Surabaya 5 tahun lalu. Karena bangkrut dia berangkat mengadu nasib di Makassar dan diajak temannya untuk pergi ke Papua, ke Fakfak ini. Dengan sepeda motor lumayan baru keluaran tahun terakhir, kami putar putar ke kota Fakfak, yang mempunyai kontur tanah berbukit bukit. Mulai dari mencari alamat kantor Bupati, mendata kantor kantor pemerintahan, bank, atm, warung makan dan terakhir, iseng iseng masuk ke lokalisasi. Pingin tau aja, bukan yang lain <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Tidak terlalu lama, semua sudah habis kita observasi, dan mendaratlah kami di warung makan khas Solo, yang ternyata kepunyaan saudaranya Mas Mul ini. Di Papua yang terkenal mahal, aku masih bisa makan dengan hanya 17.000,- (tujuh belas ribu rupiah) dengan kenyang dengan rasa nikmat, sayur lodeh, ikan asin dan sambel terasi pedes desss. Ah, priceless!!</p>
<p>Kisah selanjutnya, akan aku ceritakan dalam tulisan berikutnya, tentang kota-kota di Papua Barat.</p>
<br />Filed under: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/curhat/'>Curhat</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/kerja/'>Kerja</a> Tagged: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/adventuring/'>Adventuring</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/papua/'>Papua</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kakaiwan.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kakaiwan.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kakaiwan.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kakaiwan.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kakaiwan.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kakaiwan.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kakaiwan.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kakaiwan.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kakaiwan.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kakaiwan.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kakaiwan.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kakaiwan.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kakaiwan.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kakaiwan.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=211&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaiwan.wordpress.com/2011/01/12/aku-kembali-ke-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/817323d522117569ea32730373a3652f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" medium="image">
			<media:title type="html">Follow kakakIWAN on Twitter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2011/01/toreafakfak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ToreaFakfak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oleh Oleh dari Padang Bag.2</title>
		<link>http://kakaiwan.wordpress.com/2010/09/07/oleh-oleh-dari-padang-bag-2/</link>
		<comments>http://kakaiwan.wordpress.com/2010/09/07/oleh-oleh-dari-padang-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 05:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[MakanMakan]]></category>
		<category><![CDATA[Adventuring]]></category>
		<category><![CDATA[Andalas]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaiwan.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Yak, aku lanjutkan cerita tentang Kota Padang. Setelah menyelesaikan pekerjaan yang tidak terlalu peting aku ceritakan disini, sorenya aku berbuka puasa di Rumah Makan Taman Sari yang berada di Jl. Ahmad Yani Padang, tepat berdampingan dengan Pizza Hut. Hm, cukup seru juga, makanan khas daerah bersanding dengan jaringan makanan cepat saji yang populer. Tp semua pasti sudah ada jatahnya...<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=190&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/pecinan1.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/pecinan1.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" title="pecinan" width="300" height="210" class="alignleft size-medium wp-image-205" /></a><strong>Yak, aku lanjutkan cerita tentang Kota Padang. Setelah menyelesaikan pekerjaan yang tidak terlalu peting aku ceritakan disini, sorenya aku berbuka puasa di Rumah Makan Taman Sari yang berada di Jl. Ahmad Yani Padang, tepat berdampingan dengan Pizza Hut. Hm, cukup seru juga, makanan khas daerah bersanding dengan jaringan makanan cepat saji yang populer. Tp semua pasti sudah ada jatahnya&#8230;</strong></p>
<p>Makan masakan Padang di kota Padang, rasanya tidak berbeda dengan makan nasi padang dimanapun. Tetapi mungkin suasana saja yang benar benar khas Melayu, yang tidak selalu muncul di setiap rumah makan Minang di luar Padang. Yang pasti, memang tetap enak, mungkin karena aku cukup lapar saat puasa ini&#8230; hehehe, jelas dong! Agak lebih malam, aku ketemu sama adik kelas waktu masih kuliah di Surabaya, si Winofri. Winofri ini asli anak Padang (BatuSangkar).. tapi aku gak tau Batu Sangkar ini ada dimana.. hehehe, maklum. Yang pertama kita jelajahi adalah suasana malam kota Padang.</p>
<p>Naek delman istimewa, kududuk di muka.. Duduk di muka pak Kusir yang sedang bekerja *eh.. Malam itu kami berputar-putar melihat keramaian Padang di waktu malam. Tetapi, yang kulihat ternyata masih banyak bangunan yang roboh bekas dari gempa besar setahun lalu yang telah meluluhlantakkan kota ini. Dimulai dari Pecinan (ChinaTown), ternyata kawasan ini memang paling parah dihajar gempa 7 skala richter lebih ini. Di samping Pecinan, tampak jembatan yang melintang kokoh, itulah jembatan Siti Nurbaya. Disampingnya, angkuh berdiri bukit Siti Nurbaya, tempat Siti Nurbaya sang legenda kekerasan rumah tangga dan kawin paksa, dimakamkan. Jadi, Siti Nurbaya lahir dan meninggal di kawasan bukit ini.</p>
<p>Mengamati satu persatu bangunan yang hancur dan teronggok seperti sampah, membuat miris. Terbayang bagaimana gempa ini terjadi dan korban yang meninggal terhimpit beton.. Subhanallah. Duh Gusti, nyuwun pangapunten engkang katah.</p>
<p>Setelah berputar-putar tak tentu arah, akhirnya aku berhenti di samping salah satu pusat keramaian di kota Padang, yaitu Ramayana Mall. Bangunan mall ini masih tampak baru, mungkin dibangun pasca gempa. Ternyata, memang bangunan ini masih baru dan dibangun setelah gempa besar tahun lalu. Tetapi, lucunya (atau lebih tepat disebut ironisnya), bangunan ini hancur dan roboh dihantam gempat tidak lama setelah diresmikan pengoperasiannya. Wah, bangunan baru direnovasi baru dong&#8230;</p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/satelokan2.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/satelokan2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="sate Lokan" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-202" /></a>Di samping Ramayana Mall ini, aku dan Nofri mencoba mencari sesuatu yang layak dimakan dan khas Minang. Akhirnya pilihan jatuh pada Sate Lokan. Sate Lokan (remis atau kerang bulu.. mungkin), adalah sejenis sate yang tidak banyak dijual di luar Padang. Yang bisa aku jumpai, terutama di Jawa adalah Sate Padang dengan bahan daging sapi. Tp yang ini kerang. Di Jawa memang ada sate kerang atau sate Kul atau Kereco dan bekicot, hihihi.., mirip dengan itu. Tapi yang ini dengan bumbu khas Minang. Dengan segera satu porsi sate Lokan lewat dah&#8230; wah, malam yang dingin terobat dengan seporsi sate yang masih hangat mengepul (ya mana ada jualan sate sudah dingin.. kecuali aku, yang suka mem-freeze makanan, hehehe).</p>
<p>Setelah makan Sate Lokan, beredar kami menuju arah Bandar Udara Minangkabau yang berjarak cukup jauh dari pusat kota. Mungkin lebih dari 15KM dari pusat kota, kami menemukan minuman khas disini, yaitu Sekotang (kok bukan Sekoteng ya, nanti artinya beda loh) Telor. Wah mantap nih, meskipun aku tidak suka dengan telor mentah, tapi dari cara menyajikan dan bau minuman hangat ini, aku tergoda untuk mencoba 1 gelas dengan telor ayam kampuang.. Apakah aku bisa meminum minuman dengan telor ini.. mari kita lihat.</p>
<p>Selain sekoteng, warung ini juga menyediakan Teh Tarik, Teh Telor dan berbagai minuman lainnya, baik yang hangat maupun dingin, tradisional ataupun modern. Begitu minuman yang aku pesan jadi, dengan menutup hidung dan manrik nafas panjang, aku bersiap menelan semua telor dalam minuman dahsyat ini. Dan hasilnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..brrrrrrrrrrrrrr!!! Biasa aja tuh dan tetap enak&#8230;hehehe.</p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/angkot.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/angkot.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="Angkot Sport" width="225" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-208" /></a>Ada lagi yang aku baru tahu di Padang ini, yaitu Angkot Sport khas Kota Padang. Angkot Sport di Padang ini sangat nyentrik dan modified full. Hampir semua angkot yang aku temui di kota ini, penuh dengan tempelan stiker dan modifikasinya seperti mobil rally. Mulai dari bumper, hood, top roof, spoiler sampai hal hal kecil yang aku enggak tau namanya, lengkap deh nempel di angkot. Belum lagi suara musik yang berdentam hingar bingar dari mobil mobil ini, wah jadi rame kayak pasar deh. Tapi sayang, hampir semua angkot meskipun sudah di modifikasi, tetap aja tidak bisa berkesan mobil gahar modifikasi khas Pimp My Car-nya MTV, jauh bro&#8230; Yang ada malah terkesan norak, karena tanpa perawatan dan kusam.. hehehe. Tapi tetap saja acungan jempol buat para pemilik angkota di Padang ini.</p>
<p>Ok, cukup sampai disini cerita dari Sumatra ini, nanti kalau ada waktu iseng, aku tambahin lagi dah.<br />
Sudah mo mudik soalnya, ini yang dikantor aja sudah seminggu gak konsen kerja, ceritanya tenatang lebaran mulu&#8230;</p>
<p>[Di tulis di Mendawai 1/45 Jakarta jam 12:42WIB tgl. 07/09/2010. Bersiap mudik deh besok..]</p>
<br />Filed under: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/jalanjalan/'>JalanJalan</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/kerja/'>Kerja</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/makanmakan/'>MakanMakan</a> Tagged: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/adventuring/'>Adventuring</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/andalas/'>Andalas</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/padang/'>Padang</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/sumatra/'>Sumatra</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kakaiwan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kakaiwan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kakaiwan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kakaiwan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kakaiwan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kakaiwan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kakaiwan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kakaiwan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kakaiwan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kakaiwan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kakaiwan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kakaiwan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kakaiwan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kakaiwan.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=190&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaiwan.wordpress.com/2010/09/07/oleh-oleh-dari-padang-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/817323d522117569ea32730373a3652f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/pecinan1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pecinan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/satelokan2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sate Lokan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/angkot.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Angkot Sport</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oleh Oleh dari Padang Bag.1</title>
		<link>http://kakaiwan.wordpress.com/2010/09/04/oleh-oleh-dari-padang-bag-1/</link>
		<comments>http://kakaiwan.wordpress.com/2010/09/04/oleh-oleh-dari-padang-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 06:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[MakanMakan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Adventuring]]></category>
		<category><![CDATA[Andalas]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaiwan.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya sampai juga pada tulisanku yang terkahir dari seri RoadShow Sumatra Adventuring. Namanya saja keren, Adventuring, tetapi sebenarnya hanyalah pekerjaan biasa saja dan lebih banyak menikmati keindahan dibanding susah payah bertualang. Tetapi bagiku hal ini tidak mengurangi kesenangan yang aku dapatkan saat berkelana, mengenal dan memasuki wilayah baru, orang orang baru, budaya baru dan tentu saja... makanan yang baru! <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=173&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/minangairport.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/minangairport.jpg?w=300&#038;h=203" alt="" title="Minangkabaru Airport" width="300" height="203" class="alignleft size-medium wp-image-181" /></a><strong>Akhirnya sampai juga pada tulisanku yang terakhir dari seri RoadShow Sumatra Adventuring. Namanya saja keren, Adventuring, tetapi sebenarnya hanyalah pekerjaan biasa saja dan lebih banyak menikmati keindahan dibanding susah payah bertualang. Tetapi bagiku hal ini tidak mengurangi kesenangan yang aku dapatkan saat berkelana, mengenal dan memasuki wilayah baru, orang orang baru, budaya baru dan tentu saja&#8230; makanan yang baru!</strong></p>
<p>Sekembalinya dari Pematang Siantar malam malam, aku segera bergegas masuk penginapan dan tidur mendengkur seperti bayi setelah sholat tarawih. Apalagi malam itu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Dengan menahan kantuk dan agak lapar, aku segera berbaring di ranjang empuk nan nyaman. Dan aku sepertinya yakin, bahwa aku gak bakal bisa bangun dinihari untuk sahur. Tidak apa apa, 2 gelas air lemon langsung aku tenggak untuk menuntaskan dahaga dan juga sebagai cadangan di perut buat berpuasa.</p>
<p>Keesokan harinya, setelah bangun dan mandi serta berkemas sebentar serta check out dari Hotel Garuda Plaza Medan, aku segera berangkat ke Bandara Polonia. Yak, aku akan segera berangkat ke Padang. Tiket Sriwijaya sudah di tangan, oleh oleh dan koper sudah masuk di bagasi, aku memasukii ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional di Medan ini. Jam menunjukkan pukul 15.00 ketika pesawat yang akan membawaku terbang, tampak sudah mendarat di landasan. Tidak berapa lama (lama juga kali ya&#8230;) aku sudah bersiap untuk naik ke pesawat Boeing 737 500 yang sepertinya suah uzur.. Tapi, sutralah.. gak perlu takut dan paranoid, karena toh hidup dan mati sudah ditentukan. Tapi, tetap tidak boleh lupa berdoa.</p>
<p>Perjalanan Medan ke Padang ditempuh kurang lebih 1 jam, dengan ketinggian jelajah maksimum 33.000 kaki dpl (eh, aku kok jadi kayak pilot ngasih pengumuman segala). Cuaca agak kurang bersahabat, karena mendung tampak hitam dan benar saja, di atas, pesawat mengalami banyak goncangan karena cuaca buruk. Turbulence cukup lama mendera pesawat ini. Anak anak kecil yang rewel dan menangus menjerit jerit, membuat frustasi sebagian penumpang. Aku?&#8230; meskipun tetap agak kurang nyaman dan sedikit grogi, aku tetap tancapkan earphone di kedua telingaku dan memutar musik pada level volume maksimal, mendengarkan Slash yang beberapa minggu sebelumnya aku telah datangi live performance-nya di Surabaya. Rock N Roll cukup membuatku agak sedikit nyaman, meskipun turbulence tetap saja mengganggu ketenangan dan kenyamananku.</p>
<p>Setelah hampir 1 jam menempuh perjalanan, akhirnya pesawat ini berhasil mendekati bandara  Internasional Minangkabau di Padang. Hujan sangat deras membuat aku tidak bisa melihat situasi di luar dari balik jendela pesawat. Hanya tampak samar samar kota Padang dilihat dari ketinggian, tertutup derasnya air yang mengalir dari langit. Dan alhamdulillah, pesawat mendarat dengan sempurna&#8230;</p>
<p>Setelah membereskan urusan bagasi, aku sudah dijemput oleh pak Risman dari kantor di Padang. Meluncur di tengah hujan lebat, aku bahkan tidak bisa mengenali jalan dan daerah yang aku lewati. Apalagi aku belum pernah ke sini.. Setelah ngobrol dan basa basi dengan pak Risman, sampailah aku di sebuah rumah besar, masuk ke sebuah jalan kecil di Jl. Veteran Padang. Aku bertanya dalam hati, kok tidak dibawa ke hotel, malah dibawa ke rumah? Pertanyaanku akhirnya terjawab begitu aku masuk ke dalam rumah ini. Ohhhh, ternyata ini sebuah Boutique Hotel ya, namanya Mayang Boutique Hotel. Setelah tanpa basa basi, aku langsung menanyakan hal ini kepada pak Risman, kenapa memilih hotel rumah ini dan bukan hotel modern di pusat kota? Menurut pak Risman, setelah gempa dahsyat 7,1 skala richter yang menimpa kota Padang tahun lalu yang oleh masyarakat Padang disebut G30S atau GEMPA 30 SEPTEMBER (kreatif juga&#8230; meski tetap sedih), banyak hotel besar dan berbintang yang belum dibangun lagi. Akhirnya, naluri bisnis yang memang sudah dimiliki secara turun temurun oleh orang Minang, membawa mereka untuk membuka penginapan dan hotel dari rumah rumah yang dahulunya adalah rumah pribadi dan tidak untuk disewakan.</p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/padangkali.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/padangkali.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Suasana sungai di Padang" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-186" /></a>Meski ragu ragu, aku tetap tidak protes untuk menginap di hotel ini (lha wong tidur di bawah pohon di hutan belantara Papua saja bisa, masak di rumah megah gak mau..). Namun, keraguanku hilang ketika aku masuk ke dalam kamar hotel ini. Meski tidak terlalu mewah, nampaknya interior dan fasilitas hotel ini terbilang cukup lengkap. Mulai dari TV Kabel, Kulkas, ranjang empuk dan terpenting toilet yang bersih dan rapi. Cukup nyaman untuk tinggal disini beberapa hari.</p>
<p>Bagian pertama tulisan tentang Padang aku sudahi dulu sampai disini, nanti aku sambung di bagian berikutnya tentang Kota Padang dan pengalamanku disana.</p>
<p>(Ditulis di Mendawai 1/45 Jakarta, pada hari Sabtu 4 Sept 2010 jam 13.29 | sambil maen ke kantor untuk mengisi waktu dan bikin laporan&#8230; doh, dah mau lebaran masih saja bikin laporan..)</p>
<br />Filed under: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/jalanjalan/'>JalanJalan</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/kerja/'>Kerja</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/makanmakan/'>MakanMakan</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/adventuring/'>Adventuring</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/andalas/'>Andalas</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/padang/'>Padang</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/sumatra/'>Sumatra</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kakaiwan.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kakaiwan.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kakaiwan.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kakaiwan.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kakaiwan.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kakaiwan.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kakaiwan.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kakaiwan.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kakaiwan.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kakaiwan.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kakaiwan.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kakaiwan.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kakaiwan.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kakaiwan.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=173&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaiwan.wordpress.com/2010/09/04/oleh-oleh-dari-padang-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/817323d522117569ea32730373a3652f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/minangairport.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Minangkabaru Airport</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/padangkali.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Suasana sungai di Padang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istana Pengasingan Soekarno di Toba</title>
		<link>http://kakaiwan.wordpress.com/2010/09/03/istana-pengasingan-soekarno-di-toba/</link>
		<comments>http://kakaiwan.wordpress.com/2010/09/03/istana-pengasingan-soekarno-di-toba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 06:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Toba]]></category>
		<category><![CDATA[Parapat]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Utara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaiwan.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang aku tuturkan dalam tulisan sebelumnya, Soekarno (Presiden RI yang pertama) pernah ditawan dan diasingkan Belanda ke Parapat tepatnya di pinggir Danau Toba, Sumatra Utara, sekitar tahun 1948, tidak lama setelah Agresi Militer Belanda ke I. Dari beberapa tulisan akhirnya aku tahu, Bung Karno dan Syahrir di buang ke Sumatra Utara yaitu di Berastagi (Tanah Karo) dan juga di Parapat ini, kurang dari sebulan. Bahkan di Parapat yang aku kunjungi ini, mereka hanya tinggal disana selama 3 hari.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=144&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba03.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba03.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Istana Soekarno di Toba" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-152" /></a><strong>Seperti yang aku tuturkan dalam tulisan sebelumnya, Soekarno (Presiden RI yang pertama) pernah ditawan dan diasingkan Belanda ke Parapat tepatnya di pinggir Danau Toba, Sumatra Utara, sekitar tahun 1948, tidak lama setelah Agresi Militer Belanda ke I. Dari beberapa tulisan akhirnya aku tahu, Bung Karno dan Syahrir di buang ke Sumatra Utara yaitu di Berastagi (Tanah Karo) dan juga di Parapat ini, kurang dari sebulan. Bahkan di Parapat yang aku kunjungi ini, mereka hanya tinggal disana selama 3 hari.</strong></p>
<p>Aku tidak akan banyak bercerita tentang sejarah, karena sejarah kelam itu tidak begitu aku kuasai. Silakan googling mengenai Soekarno dan pengasingannya. Aku cuma mau cerita perjalanan yang aku lakukan di Danau Toba dan kebetulan mampir di Istana Pengasingan Soekarno. Dan sebenarnya aku pingin bercerita tentang kuliner di Toba, tapi apa daya aku datang siang hari di bulan Puasa (Ramadhan), tentulah awak tak bisa mencoba aneka makanan di sana, pakcik.. HORAS BAH, gak ada beras makanlah gabah!</p>
<p>Berputar putar dan berphoto photo di pinggiran danau Toba, membawa kami ke arah sebuah bangunan yang cukup megah dan klasik, khas bangunan jaman Belanda, yang tentu saja berbeda dengan bangunan bangunan baru, apalagi lapak lapak yang menjamur di pinggiran Danau Legendaris ini. Dengan pintu gerbang seperti di Film Horor, kami masuk ke area istana kecil ini. Terbayang deh, bagaimana dulu Boss Karno menghabiskan waktu disini, sepi dan tidak ada internet&#8230;</p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba05.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba05.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Ruang Makan Istana Soekarno di Toba" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-154" /></a>Bangunan ini terletak di tanah yang luasnya kira kira 2000 sqm (persegi). Menanjak dan terletak agak lebih tinggi dari rumah rumah lainnya. Bangunan dengan 2 lantai ini masih tampak kokoh menantang keangkuhan Danau Toba. Setelah berphoto ria dulu dengan kawan kawan seperjalanan di depan istana kecil ini, aku disambut oleh seorang perempuan tua, berjubah putih, berambut panjang, berpunggung bolong.. awwwwwwww #ngaco. Bukan lah, ada perempuan tua yang menyambut kami, dan menanyakan apakah kami akan masuk rumah ini. Ya tentu saja mau, sudah jauh jauh datang dari negeri seberang.</p>
<p>Kami memasuki rumah ini dari pintu belakang. Bangunan ini memang terlihat sangat kokoh, meskipun tetap tua karena mungkin kurang terawat. Yang pertama aku masuki adalah ruang makan di belakang. Ruang makan ini terlihat bersih dengan 6 buah kursi tertata rapi mengelilingi meja panjang. Tampak bahwa kursi ini sudah bukan kursi asli rumah ini, karena model dan kondisinya masih relatif baru. Lantai teraso yang cukup dingin, tampak bersih meski merupakan lantai lama yang berusia cukup lama, namun masih cukup bersih meski agak kusam. Ada wastafel warna putih di dekat pintu masuk serta kulkas dan beberapa barang barang yang merupakan budaya peradaban baru, sudah memenuhi ruang makan ini.</p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba04.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba04.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Ruang Tamu lantai 1" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-155" /></a>Melewati ruang makan, aku langsung masuk ke ruangan besar tapi bukan BallRoom, ini adalah ruangan utama atau ruang tamu. Tampak berbagai photo klasik dari bergambar Bung Karno dan Agus Salim serta beberapa orang Belanda yang menggambarkan suasana di rumah ini tahun 1948-an. Hanya photo klasik dan hitam putih, mungkin juga hasil photocopy dari Arsip Nasional, aku enggak tau. Ada 2 sofa besar disini, yang juga merupakan produk peradaban baru alias bukan asli dari jaman Bung Karno berdiam disini. Bagian dalam bangunan ini terbuat dari kayu tapi yang jelas bukan kayu manis atau kayu tangan..(lho itu kan nama Warung Bebek Goreng di Surabaya). Dengan dilapis pelitur warna natural, tampaknya pengelola ingin mempertahankan konsep asli bangunan ini. Tapi pemilihan sofa dan pengaturan materi interior tampaknya tidak mendukung konsep ini (lho ya, kok malah membahas ilmu Interior Design). Karpet Merahpun terhampar melapisi lantai bangunan yang terletak di lantai 1 ini. Sekedar pasang atau memang khusus menyambut tamu sepeti aku ini, aku juga enggak tau.. (Emang gw 108, tau segalanya..)</p>
<p>Aku coba naik ke atas, di atas juga terdapat ruang tamu kecil, yang di depannya terdapat sebuah BALKON yang langsung berhadapan dengan Danau Toba, wah,&#8230; sungguh indah pemandangan (jadi ingat lagu Pemandangan Tasya yang biasa dinyanyikan anak kembarku). Takjub nian aku memandangnya, siapa ya dulu yang sudah bersusah payah membangun bungalow ini. Di samping ruang tamu, terdapat 3 ranjang modern atau kasur berpegas. Ketika ibu yang jaga rumah ini aku tanya (eh, siapa ya namanya, sepertinya yang kuingat namanya Sumini, tapi bukan Sumini Racun Dunia yang terkenal itu..), kenapa barang barangnya sudah tidak asli lagi, dia mengatakan bahwa barang barang yang asli sudah diangkut oleh Mbak Megawati sang penguasa Moncong Putih itu.. oh, gitu&#8230;! Ya sudah, aku berharap Mbak Mega membawa pulang barang barang yang ada di rumah ini untuk menyelamatkannya dari kerusakan dan kerugian akibat ulah orang yang tidak bertanggunjawab dan bukan untuk &#8216;diamankan&#8217;. Di dalam kamar tidur tersebut terdapat kasur pegas 3 buah yang dulu kasur aslinya dipakai oleh para pengawal Bung Karno. Sedangkan Bung Karno sendiri, tidur di Pavilliun yang terletak di belakang rumah yang tampak menyerupai dapur kalau boleh aku gambarkan. Bangunan paviliun tersebut berukuran kecil, mungkin 6&#215;4 meter, cuman aku tidak sempat memasukinya, karena hari sudah menjelang senja dan aku harus segera kembali ke Pematang Siantar. </p>
<p><a href="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba06.jpg"><img src="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba06.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Paviliun Istana Soekarno" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-157" /></a>Turun kembali dari lantai atas melalui tangga dari kayu yang melingkar setengah putaran, aku mencoba memasuki sebuah ruangan di lantai satu, tepatnya di sebuah pojokan belakang. Disana tampak ada pintu yang tertutup rapat dan agak gelap. Aku penasaran.. ada apakah di dalamnya. Dengan hati hati, aku buka pintu yang tertutup rapat itu. Bunyi derit pintu mengingatkanku pada film yang dibintangi oleh Almarhum Suzanna.. *halah. Ternyata, ruangan tersebut adalah kamar mandi saudara saudara&#8230; Kamar mandi itu cukup besar, untuk ukuran rumah ini. Mungkin luasnya 2&#215;2 meter persegi. Meski modelnya masih tetap klasik, tetapi banyak yang berubah tampaknya, karena barang-barang yang terdapat di dalam kamar mandi ini sudah cukup modern. Ada wastafel dan shower, dengan warna putih, mungkin bermerk TOTO atau TOTO AYAM. Apakah Bung Karno dahulu mandi memakai pancuran (shower) ataukah memakai ember dan gayung, atau malah nyemplung ke Danau Toba? Au ah..</p>
<p>Okelah, pengalaman masuk ke Istana Pengasingan Soekarno di Parapat selesai sudah. Setelah puas mengambil gambar dan mengambil nafas dalam&#8230; fiuuhhhh.. aku segera beranjak ke mobil kijang tua yang akan membawaku kembali ke Siantar. Wah, masih harus kerja lagi ya. Nanti kalau ada yang kurang dengan tulisan ini, jangan kawatir, pasti aku edit..hihihi. Yang Siantar juga mungkin aku tambahi, mislanya tentang Becak Motor BSA dan oleh oleh khas Pematang Siantar.</p>
<p>Jangan lupa, masih ada seri tulisan tentang Padang Rancak Bana.. hehehe. Termasuk informasi tentang kuliner Minang yang melegenda. So stay tune di jalur angkot ini.</p>
<p>(Ditulis di Mayang Boutique Hotel Padang | Jumat 3 Sept 2010 jam 13:32 WIB, dimana lebaran kurang seminggu lagi dan aku masih nyangkut sini)</p>
<br />Filed under: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/humor/'>Humor</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/jalanjalan/'>JalanJalan</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/danau-toba/'>Danau Toba</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/parapat/'>Parapat</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/soekarno/'>Soekarno</a>, <a href='http://kakaiwan.wordpress.com/tag/sumatra-utara/'>Sumatra Utara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kakaiwan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kakaiwan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kakaiwan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kakaiwan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kakaiwan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kakaiwan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kakaiwan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kakaiwan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kakaiwan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kakaiwan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kakaiwan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kakaiwan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kakaiwan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kakaiwan.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kakaiwan.wordpress.com&amp;blog=11149991&amp;post=144&amp;subd=kakaiwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaiwan.wordpress.com/2010/09/03/istana-pengasingan-soekarno-di-toba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/817323d522117569ea32730373a3652f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba03.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Istana Soekarno di Toba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba05.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ruang Makan Istana Soekarno di Toba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba04.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ruang Tamu lantai 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kakaiwan.files.wordpress.com/2010/09/toba06.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Paviliun Istana Soekarno</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
