Oleh: Iwan | 1 September 2010

Perjalanan ke Pematang Siantar


Setelah 2 hari di Medan, aku segera menyusun dan mempersiapkan perjalanan selanjutnya. Meski masih agak capek, tetapi tantangan dan pekerjaan menuntu aku untuk selalu siap, meski tidak bisa dipungkiri, rasa cape dan penat apalagi di bulan puasa seperti cukup mendera juga, tapi itu bukan hal yang terlalu penting untuk dibahas.

Pematang Siantar adalah nama sebuah kota yang terletak di Kab. Simalungun, terletak di Selatan kota Medan, kurang lebih sejauh 200KM atau perjalanan darat dengan mobil memakan waktu sekitar 3 jam atau 4 jam jika keadaan jalan sedang ramai. Kota Pematang Siantar adalah ibukota Kab. Simalungun dulunya, sebelum akhirnya menjadi Kotamadya Pematang Siantar yang sekarang berdiri sendiri. Kota ini cukup sejuk dan tertata rapi, mewakili keasrian kota kota kecil yang jauh dari hiruk pikuk dan kegelisahan hidup kota besar.

Perjalanan dari kota Medan dimulai setelah Subuh. Aku terlalu capek, sehingga tidak sempat bangun untuk sahur di jam 03.00 dinihari, sehingga dengan perut tanpa terisi amunisi, aku berangkat. Terkantuk kantuk dan rasa lapar akan menjadi teman setia di perjalanan.

Meninggalkan kota Medan yang sudah cukup ramai dan semrawut di pagi hari yang aku baru sadar jika jam 05.30, di Medan ternyata langit masih cukup gelap. Membayangkan jam 05.30 di kotaku Surabaya, dimana mungkin kulit sudah bisa merasakan sengatan matahari (#lebay), disini masih cukup untuk membuat orang merasa hari masih malam. Mobil Kijang tua yang kami naiki berombongan 7 orang, terasa berat membawa kami kabur dari kegelisahan kota Medan.

Banyak daerah yang aku baru tahu ternyata ada di Sumatra Utara, misalnya Tanjung Morawa, Sei Rampah, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Perbaungan, Dolok Merawan dan nama-nama aneh bin eksotik yang agak agak asing bagiku. Kota kota kecil itu ternyata begitu tenang dan tentram, masih terlelap dalam balutan embun pagi, belum bergeliat. Tidak banyak orang yang yang kami temui di perjalanan, hanya truk truk besar dan bis malam yang sesekali berpapasan, entah mungkin mengangkut orang dari Jawa atau membawa pergi jauh mimpi mimpi orang orang gelisah dari mana saja. Aku tidak tahu.

Selepas dari kota kota kecil itu, kami melewati banyak perkebunan sawit dan perkebunan karet. Dalam perjalanan inilah aku baru tahu kalau pabrik ban Goodyear ini ada di Deli Serdang, Sumatra Utara ini. Kanan dan kiri, kulihat saja, banyak pohon karet dan kelapa sawit..hehehe. Jadi ingat anakku Kallahari dan Killimanjaro, yang biasa menyanyikan lagu Naik Naik Ke Puncak Gunung.. duh, kenapa aku jadi begitu kangen mereka😦. Wajarlah, sudah 2 minggu aku tidak bertemu mereka, ayahnya sedang melanglangbuana ke negeri Andalas, untuk bertemu dengan Datuk Panglima Kumbang *halah.

Hampir 3 jam, akhirnya kami tiba di kota Pematang Siantar. Benar juga, daerah yang terletak di dataran tinggi ini cukup segar dan dingin, meski matahari sudah muncul dan menerangi jagad raya. Berputar putar dulu lah kami sebelum menuju tempat yang harus kami datangi, dimana aku akan beraksi, bukan untuk melawan kejahatan, tapi untuk mencari sesuap nasi..🙂. Begitu sampai, aku segera mencari hal yang pertama tama ingin kutemui.. Bukan gadis cantik bermata sipit dan berkulit putih atau makanan hangat sehangat pelukan perawan *halah, tetapi… TOILET. Yah, aku harus segera mengucurkan dana.. *eh

Di Pematang Siantar, tidak banyak photo yang aku ambil, karena waktu yang habis untuk bekerja. Tetapi, aku baru tahu, ternyata Pematang Siantar ini hanya 1 jam dari Parapat. Apakah itu…? Ya Parapat. Itu adalah sebuah tempat yang terletak persis dipinggir sebuah danau yang sangat besar dan menggetarkan jiwa, Danau Toba.

Mari kita nikmati perjalanan selanjutnya di Danau Toba.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: