Oleh: Iwan | 1 September 2010

Sumatra Adventuring


Istana Peristirahatan Soekarno di Pinggiran Danau TobaPerjalanan ke Sumatra ini adalah perjalanan yang cukup panjang, selama 1 minggu. Dan menjelajahi cukup banyak tempat tempat baru yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Tentu saja banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang baru pertama kali aku ketahui dan rasakan. Aku akan mencoba menceritakan perjalanan seminggu ini, tepat pada saat bulan Ramadhan sedang berjalan, Ramadhan 1431H atau Ramadhan 2010.

Kota pertama yang aku singgahi adalah Medan, Sumatra Utara. SUdah 2 (dua) kali aku datang ke tempat ini. Medan kotanya cukup besar tapi agak semrawut. Dimana-mana kesemrawutan tampak, terutama kedisiplinan para pengguna jalan dan lalu lintas yang kadang membuat kita menjerit.. auwwwwww. Bahkan ada anekdot, kalau ada lampu merah di persimpangan, itu tandanya harus berjalan dan berhenti kalau lampu menyala hijau.. Wah, benar benar kacau.. hehehe.

Sampai di Medan tanggal 29 Ags 2010 jam 22.15, mendarat dengan agak sedikit keras di Bandara Polonia Medan. Pesawat Lion Air yang aku tumpangi, memang terkenal dengan pilotnya yang ugal-ugalan, mirip dengan bus Patas antar kota, hehehe. Apa benar, rasakan saja. Mungkin sekarang sudah tidak senekat dulu, armadanya pun terbilang sudah modern dengan Boeing 737-900ER nya.

Setelah Medan, Pematang Siantar adalah kota kedua yang aku tuju. Saat aku tiba di Medan ini, Gunung Sinabung yang terletak di Barat Laut Kota Medan sejauh 66KM dari pusat kota, sedang bergejolak dan meletus. Para pengungsi yang mencapai hampir 20 ribu jiwa telah mencapai Berastagi, kota dingin dan tempat peristirahatan warga Medan dan Sumatra Utara. Perjalanan dan cerita tentang kota Pematang Siantar nanti aku akan ceritakan dalam bagian lain setelah tulisan ini.

Setelah Pematang Siantar yang terkenal dengan becak motor (BeTor) BSA-nya, yaitu sejenis motor besar (moge) dengan usia yang relatif tua yang masih banyak terdapat di kota Siantar tersebut, aku akan melanjutkan perjalanan ke kota Padang Sumatra Barat. Sebuah kota yang juga belum pernah aku singgahi. Tentu ini akan menjadi petualangan menarik, meski petualangan pribadi dan bukan petualangan heboh seperti terdamparnya aku di belantara Papua.

Mari kawan, hari sudah cukup terik dan waktu berbuka masih cukup lama. Aku lanjutkan ceritaku nanti setelah perjalanan seminggu ini di Sumatra. Selamat berpuasa dan selamat berbuka puasa…

Salam dari Medan.
Ini Medan Bung!! (Lha itu apa? ….)


Responses

  1. wah pengen ke sumatera, lum pernah euy

    Suka

    • Kumpulkan tekad dan semangat.. pasti ada jalan ke Sumatra.. (ya iyalah ada jalan, kalo gak ada jalan, mau lewat mana itu angkutan..,hehehe)

      Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: