Oleh: Iwan | 16 November 2013

Perjalanan pertama ke Tanah Papua


Follow kakakIWAN on Twitter

Akhirnya perjalanan ke Papua aku lakukan juga.
Hari itu tanggal 19 Februari 2007, malam hari pukul 22.00 kami akan berangkat ke Papua. Berangkat dari Jakarta, aku pamit kepada Istriku yang setia. Serasa sebuah petualangan akan dimulai, ke negeri antah berantah, sebuah tempat dimana kabar seram saja yang terekam, sebuah negeri dengan kekerasan dan budaya yang primitif. Ah, berdebar dan sedikit ngeri dalam hati. Tapi, itu semua tidak cukup untuk meruntuhkan keingintahuanku tentang Papua.

Berawal dari panggilan Boss di kantor, tentang sebuah rencana ambisius untuk dapat menggelar perkebunan di Papua dengan luas yang sangat besar, 1 juta hektar. Dibutuhkan orang orang yang militan untuk dapat memulai sebuah proyek raksasa dengan komitmen proyek sebesar USD 5 Milyar atau setara dengan Rp. 50 Trilyun kurs Rp.10.000,00/USD. Proyek ini adalah proyek yang dicanangkan oleh presiden Sby, dalam mengatasi eterbatasan energi, dengan membuat proyek energi terbarukan atau Bio Renewable Energy, menggandeng perusahaan dan konglomerat di Indonesia dan negara tetangga.

Seluruh tim dikumpulkan di kantor kami di Plaza BII, Jl. Thamrin Kav.31 Jakarta Pusat. Di lantai 33, kami di-briefing oleh Project Director mengenai keadaan dan rencana project di Papua. Ada 3 (tiga) hal yang aku ingat tentang bahaya di Papua, menurut Pak Aan Selamat sang Project Director.
1. Orang gampang terkena malaria, karena malaria adalah penyakit endemik di Papua.
2. Pesawat banyak jatuh di Papua, baik karena cuaca, kondisi alam atau kondisi pesawat yang apa adanya (kurang perawatan)
3. Banyak orang terbunuh karena panah.

Ah, semakin menyeramkan saja. Tetapi, hal itu aku anggap angin lalu saja. Karena aku sangat ingin tahu Papua dan juga, ada tambahan insentif yang mungkin bisa buat beli lauk tambahan atau membeli mainan. Ingat, boys will be boys!

Berangkat dari Bandara Sukarno Hatta Cengkareng, kami satu team ada 6 orang, terdiri dari Aku, Wijanarko (Koko), Jo Jhony, Haryanto Widodo, Suratman dan Bagus Panuntun. 6 orang tersebut berasal dari BRAIN Division, sebuah internal consultant department di Smart Tbk. Sebuah departemen yang disebut sebut intruder oleh divisi yang lain. Suatu saat mungkin aku akan cerita tentang hal ini.

Pesawat Garuda Indonesia terbang mengangkasa menuju Ujungpandang (UPG) untuk transit sekitar 30 menit, lanjut menuju Biak (BIK) di Papua dan tiba sekitar pukul 05.30 WIT. Di Biak transit selama kurang lebih 30 menit sebelum lanjut terbang menuju Jayapura (DJJ). Dan tiba di jayapura sekitar pukul 07.30 WIT. Fyuhh, sbuah perjalanan panjang lewat udara yang pertama kali aku lakukan. Perjalanan ini memakan waktu 6,5 jam, lebih lama dari perjalanan Jakarta – Tokyo yang cuma 6 jam (kata orang sih, karena aku belum pernah ke Tokyo).

Bandara Sentani Jayapura terletak di Kabupaten Jayapura tepatnya di daerah Sentani, dengan kontur daerah yang berbukit bukit. Para penumpang pesawat pasti akan melihat pemandangan yang luar biasa kalau pesawat hendak mendarat di Sentani Jayapura ini. Bukit bukit kecil, diantara birunya danau Sentani yang merupakan danau terluas kedua di Indonesia setelah Danau Toba, akan memanjakan mata dan pasti menggoda kita untuk memotretnya. Danau Sentani memang indah, luas dan menakjubkan. Banyak pulau pulau kecil yang didiami suku asli dan para pendatang terutama yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Danau Sentani bersebelahan dengan Samudera Pasifik, hanya dipisahkan pulau yang membenteni danau ini dari mencampurnya air tawar dan air lautan.

Dari Bandara Sentani di Jayapura, kami dijemput perwakilan Smart Tbk di Papua, yaitu Denny Sanjaya dan Yulius Matippana, selanjutnya kami bergerak menyusuri jalan raya Sentani menuju kota Jayapura yang jauhnya sekitar 45 km dan ditempuh 1 jam. Jalan kecil dan meliuk liuk melewati Danau Sentani yang indah, melewati kota Abepura dimana terdapat Universitas Cendrawasih, Waena, Kotaraja dan kemudian sampai di Ibukota Propinsi Papua, Jayapura. Di Jayapura, kami menginap di sebuah hotel bintang 3, yaitu Swissbel Hotel Papua, satu satunya hotel bertaraf Internasional pada saat itu. Sekarang, sudah terdapat beberapa hotel seperti Aston dll. Hotel hotel lama yang ada adalah Hotel Yasmin, Hotel Dobonsoro dan lain lain. Ada cerita mengenai jalan akses satu satunya dari Sentani ke Jayapura dan sebaliknya. Apabila ada bencana, semisal longsor atau ada kerusuhan sosial, misalnya pemalangan jalan akibat binatang atau orang tertabrak kendaraan, maka tidak ada jalan akses lagi selain jalan utama ini. Maka, perjalanan dari dan ke Sentani dari jayapura, dipastikan akan terhambat. Para penumpang pesawat udara, dapat dipastikan akan ketinggalan atau ditinggal oleh maskapai penerbangannya.

Karena ini pertama kali aku menginjak tanah Papua, saat makan siang aku sempatkan untuk melongok tempat makan yang terdapat di depan hotel Swissbel yang terletak di bibir Pantai Dok 2 Jayapura. Ada beberapa tempat makan, Warung Padang Cari Bundo, Depot Makan Jawa, Manado dan Ujungpandang. Iseng iseng aku masuk ke Warung Jawa dan memesan bebek goreng. Alamak, terkejutnya aku.. 1 porsi beserta minumnya seharga enampuluhlima ribu (RP.65.000,00). Wah, bisa kering dompet kalau begini.. Ya sudah, untuk menghemat pengeluaran, sementara kami makan mengikuti boss, karena kalau ikut boss, kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun karena jatah makan boss itu unlimited. Itu yang baru aku tahu, ternyata demikian peraturan di perusahaan. Maklum, gak pernah kerja ikut perusahaan.. hehehe.

Singkat kata, setelah briefing di Jayapura, mulailah petualangan ini dengan perjalanan sesungguhnya, dimana kami akan mulai masuk dan merambah tempat terpencil dan pedalaman, di papua Selatan. Besok pagi, aku dan tim akan berangkat ke Merauke, sekitar 1 jam perjalanan udara dari Jayapura. Aku membayangkan, bagaimana rasanya hidup di pedalaman..

Ini Papua, negeri dengan cerita yang dahsyat dan ngeri saja.. Benarkah??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: