Oleh: Iwan | 28 Januari 2016

Ekonomi sulit dan harga minyak yang terjun bebas (Sudut Pandang Pengamen Jalanan)


mumet

Hari hari ini, mendung masih menggelayut di langit ekonomi dunia… (egh, kata kata pembukaan yang menakutkan, hehehe..). Harga minyak yang cenderung jatuh terlalu dalam, membuat gairah bekerja menjadi sedikit padam. Banyak orang orang pintar yang cemas, boss boss menjadi gemas dan para pekerja bawah menjadi lemas. Angin panas otak panas, orang waras jadi ganas. Apakah pertanda kemakmuran masih menjadi fatamorgana?

Harga minyak per hari ini masih di kisaran 30-an USD/barrel. Sangat mengkhawatirkan. Krisis sudah mulai terjadi. Banyak perusahaan yang mengetatkan ikat pinggang, mengurangi lemak yang menggelambir di tubuhnya. Perusahaan yang bergerak di migas benar benar dihadapkan pada pilihan yang sulit. Maju kena mundur kena, katanya. Dengan asumsi di Indonesia, biaya produksi minyak per barrel sebesar 35 USD, harga minyak kok dibawah itu, anak kecil juga bisa berhitung, apa hasilnya. Bunuh diri bo!

Di tempatku mengais rejeki, ikat pinggang benar benar sudah ditarik ke titik paling pendek, mengkeret rett. Bikin senep dan mules. Banyak orang yang tiba tiba direbut periuk nasinya. Orang orang di hutan, disuruh pulang dan gak tau kapan bisa kembali mengais rejeki disana. Alasannya efisiensi. Memang inilah resikonya kerja ikut perusahaan. Para sopirpun sudah dihabisi, sehingga mereka mungkin segera beralih menjadi pengemudi Uber atau Gojek mungkin. Mobil mobil yang mengkilat dan mentereng yang mengangkut para juragan, sudah dikembalikan kepada yang punya, karena cuma sewa. Kopi dan gula, bahkan tissue sekarang harus rela dijatah kalau tidak mau rebutan. Itulah realita.

Mungkin besok, langit akan benar benar runtuh. Hari ini mungkin orang orang yang menimba sumur minyak yang mengalami lebih dulu. Tapi waspadalah, sepertinya badai ini akan menimpa semua orang, di seluruh dunia. Mungkin juga belum banyak yang sadar, tapi langit mendung sudah terlihat jelas. Aku juga heran, apakah ekonomi yang melambat seperti diberitakan di tivi tivi yang menyebabkan harga minyak terjun bebas ataukah karena harga minyak yang terjun bebas sehingga membuat ekonomi melambat? Pengetahuanku sangat minim, seminim lagu lagu yang akan aku mainkan di trotoar jalan sore ini.

Yang aku agak tau, katanya sekarang banjir minyak. China sudah enggak lagi jor joran kulakan minyak, Amerika sudah tidak beli lagi malah menjual minyak karena sudah tau cara mengambil cadangan di sumur sumur dangkal yang disebut shale oil/gas. Iran yang lepas dari embargo sehingga bisa jualan minyak dan Arab Saudi sebagai raja minyak tetap menggelontor dunia dengan minyaknya dan mungkin akan ditambah.. Au ah.

Yang ada dalam pikiran kami orang kecil, besok kami makan apa dan apakah harapan masih ada? Seandainya langit benar benar runtuh, setidaknya kami masih bisa berharap, akan ada langit baru.. Itulah harapan🙂. Jadi ingat guyonan yang satir, Semakin pekerjaanmu tidak menyenangkan, selalu ingatlah akan cicilan. Masalahnya, kalo tidak ada pekerjaan, ya mecicil temenan!!

Hari hari ini, sepertinya harus berpikir realistis. Masa sulit sudah tiba. Sudahkah Anda siap? Sudahkah sedia payung sebelum hujan? Lebih baik pegang uang untuk jaga jaga daripada menghamburkan apa yang tersisa. Meskipun ekonomi sedang pesimis, tapi tetaplah menegakkan kepala. Tidak ada pelaut tangguh di lautan teduh! WASPADALAH, WASPADALAH!! #crott


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: