Oleh: Iwan | 25 September 2016

My Cipali Highway crash


24 September 2016, 2 hari menjelang ulang tahun anak kembarku, kami mengalami musibah dan mukjizat dalam sebuah kecelakaan yang cukup hebat dalam perjalanan ke Cirebon di jalan tol Cipali – Jawa Barat.

Inilah Kronologinya.

10.30 : kami sekeluarga berangkat dari rumah PJMI Bintaro dan singgah di Masjid Sektor 2 untuk sarapan soto ayam di depan masjid

11.00 : masuk pintu tol Veteran arah Cikampek, kondisi lumayan padat cenderung lambat. Perut kenyang hati senang meskipun banyak hutang.

12.00 : berhenti di RA 39 untuk beli kopi di Lawson. Sedikit ngedumel, kopi gak enak aja dijual mahal. Mending kopi sachetan sama minta air panas

14.00 : kondisi km 148 arah Cerbon hujan lebat, pekat dan sepi. Kecepatanku sekitar 80-100 kpj. Tetap waspada, sambil ngobrol dan bercanda sama istriku dan anak anak. Tiba tiba, dari jalur seberang Cerbon menuju Jakarta, ada mobil pickup Grandmax plat H meluncur menyeberang parit tengah tol dan berputar seperti gasing sekitar  15-20 meter di depanku.

Jarak yg sangat dekat dan kecepatan tinggi, jalan licin dan pandangan terganggu hujan, kami sudah tidak mungkin bisa menghindar.
Dalam sepersekian detik, aku coba menghindar ke kanan dengan harapan bisa lolos meski harus masuk parit. Tapi gak keburu, coro jowone wes gak nutut. Dengan moncong yang agak mengarah ke kanan, benturan tidak bisa terhindarkan. Paling tidak, aku sudah berusaha menghindar dan menghindari tabrakan frontal dan dengan kemampuan yang tersisa, aku coba mengarahkan supaya hanya terjadi tabrak samping.

Alhamdulillah, meski benturan yg terjadi sangat keras, tidak ada satupun penumpang di mobilku yang cedera. Di depan mungkin sabuk pengaman yg membantu penyelamatan. Di belakang posisi anak2 yang lagi tiduran, jadi akhirnya keruntelan, sehingga lumayan jadi bumper yang bisa menahan.

Dlm kondisi panik dan shock, aku langsung mengecek kondisi seluruh penumpang. Setelah dipastikan semua selamat, aku cek sopir pick up yang ternyata sudah pingsan dg kepala berdarah darah. Tak kiro matek uwonge. Sinyal telepon tidak ada, SOS alias No Service, aku sempat bingung harus bagaimana lagi.

Langsung saja aku evakuasi anakku, aku tarik dan lempar ke parit yang ternyata banyak bunga bougenville yg berduri. Anakku berteriak dan menangis histeris karena panik dan sakit tertusuk duri. Aku wes gak ngreken, yang penting menjauh dari mobil, khawatir ada kendaraan tabrak belakang.

Gak lidok, 2 menit kemudian ada Toyota Hilux dengan kecepatan tinggi menyusul dari belakang. Alhamdulillah, sopirnya membanting stir ke kanan menyeberang ke jalur sebelah dan berakhir masuk ke parit/kali.. terimakasih, pilihan masuk ke parit membantu menyelamatkan anak2ku dari resiko tertabrak dari belakang.


15.30 : semua penumpang dan sopir yg terlibat accident sudahdievakuasi ke RS Mitra Plumbon Cerbon


18.00: sepiring sego sambel mendarat sebagai obat stress.. to be continued


Responses

  1. Ditelpon tut…tut…gk nyambung2….yang d nganjuk pada panik….alhamdulillah selamet kabeh..jare mas anang….
    syukurlah….kembar gk papa…. *ambegan legooo*

    Suka

    • AlhamdulilLah… sing penting slamet kabeh…kok ngeri yo mocone 😢

      Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: